ACT Sumsel Buka Layanan Kesehatan Akibat Karhutla Hingga ke Ogan Ilir

Aksi Cepat Tanggap (ACT) LINGKUNGAN PALI TERKINI PEDULI SOSIAL
SHARE

6,820 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

PALI TERKINI – SUMSEL, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan sejak beberapa pekan lalu, membawa dampak buruk bagi berbagai sektor salah satunya kesehatan. Polutan yang terbawa asap sangat rentan terhirup makhluk hidup. Penanganan cepat dan tepat perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan buruk dalam jangka waktu yang panjang.

Menanggapi hal ini Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumsel turut serta berpartisipasi meredam dampak kabut asap di Sumsel dengan segera membuka layanan kesehatan di salah satu daerah yang merupakan lokasi titik api di Sumatera Selatan.

Tim Emergency respon berkolaborasi dengan STIK Bina Husada Palembang, membuka layanan kesehatan sekaligus membagikan masker dan susu kemasan, berlokasi di Dusun I, Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (26/09).

Desa Sungai Rambutan ini merupakan salah satu desa yang sempat terkepung api kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Ilir. Masyarakat pun mengeluhkan belum adanya bantuan apapun yang masuk ke desa ini sebelumnya. Tidak ada pembagian masker apalagi layanan kesehatan untuk masyarakat di Desa ini.

Sejak pukul 16.00 WIB tim telah tiba di lokasi dengan membawa 500 masker, susu kemasan, serta obat-obatan yang ditujukan untuk mendukung layanan kesehatan untuk masyarakat banyak.

Reza, tim Program ACT Sumsel  mengatakan bahwa program ini merupakan aksi lanjutan ACT dalam upaya membantu saudara kita yang terdampak kabut asap di Sumatera Selatan.

“Meskipun kabut asap sudah mulai berkurang di Sumsel dalam 2 hari terakhir, namun kita tidak mengetahui bagaimana kondisi masyarakat yang sebelumnya terpapar oleh kabut asap, dan juga daerahnya menjadi titik api. Jadi hari ini kita kembali membuka layanan kesehatan dan ditujukan langsung ke daerah-daerah yang memang lokasinya menjadi titik api dan kami berharap kegiatan ini bisa membuat masyarakat juga sadar akan bahayanya kabut  asap jika tidak segera diperiksakan dan diobati”, terang Reza.

Pipit (36) salah satu warga yang ikut memeriksakan kesehatannya di Posko Layanan Kesehatan ACT ini menuturkan bahwa dampak kabut asap belakangan ini membuat diri nya serta keluarganya tidak dapat untuk beraktivitas diluar rumah.

“Kami ngeri nak keluar rumah waktu asap tebel kemaren, mano mato tu perih terus nyengat nian bau asap sampe kerumah, anak-anak ini jugo mulai batuk pilek, Kami terimokasih  nian karena lah dapet layanan kesehatan ini, karena yo memang belum nian kami ke dokter, takut mahal jugo”, pungkas Pipit.

Selain membuka layanan posko kesehatan, Tim ACT juga telah mengirimkan bantuan logistik ke provinsi yang terdampak parah kabut asap seperti Riau dan Jambi. Selain itu, melalui Kapal Kemanusiaan Darurat Kabut Asap, ACT juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi memberikan bantuan berupa pangan dan logistik bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Adapun donasi yang diberikan dapat dalam bentuk uang maupun barang seperti, beras, gula, susu kemasan, masker N95 dan lainnya. Saluran donasi berupa uang tunai dapat juga disalurkan melalui rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap,  Bank: BNI Syariah 66 0000 5505

(JrY)

Facebook Comments

SHARE