Alhamdulillah, Petani Singkong Di Pali Panen Meskipun Situasi Pandemi Covid-19

Alhamdulillah, Petani Singkong Di Pali Panen Meskipun Situasi Pandemi Covid-19

 4,090 total views,  2 views today

Pali.co.id | PALI, Meski ditengah gencarnya penanganan virus Covid-19 di berbagai daerah, namun petani Singkong atau Ubi Kayu di Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tetap tidak banyak berpengaruh. Bahkan memasuki bulan April saat ini juga bertepatan dengan musim panen pagi para petani Ubi Kayu.

Seperti yang di ceritakan Bapak Meri Ismanto salah seorang petani Ubi Kayu alas Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, dengan adanya Virus Corona atau Covid 19, malah membuat dirinya lebih memilih berdiam diladang kebun Ubi Kayu miliknya, sebagai bentuk pencegahan Virus Covid 19, apa lagi saat ini masa musim panen ubi kayu telah tiba.

Tidak hanya itu hasil dari kebun Ubi miliknya cukup memuaskan. Karena umbi ubi nya cukup super panjangnya bisa mencapai 1 meter bahkan lebih untuk satu ubinya, apa lagi dalam satu batang atau rumpun bisa menghasilkan 10 hingga 20 Kg per-rumpun.

Harganya juga tidak mengecewakan, karena harga di tingkat petani juga melonjak yang sebelumnya hanya Rp1.500 sampe 2.000 per kilogram kini bisa mencapai Rp 2.500 hingga 3.000 per kilogram.

“Jika kawan kawan pada sibuk dengan pencegahan Covid-19, tapi kami petani masih bisa tersenyum karena hasil panen cukup memuaskan dalam satu batang atau rumpun kami bisa menghasilkan 10 hingga 20 Kg per-rumpun.

Tidak kalah bahagianya lagi harga yang meningkat, sebelumnya, hanya Rp1.500 sampe 2.000 per kilogram kini  bisa Rp 2.500 hingga 3.000 per kilogramnya.” kata Meri Ismanto.

Meri juga mengatakan sebagi petani, ia tidak ambil pusing dan tidak banyak merasakan terdampak dengan wabah virus ini dan Ia berharap Virus Corona cepat berlalu.

“Alhamdulliah meski ditengah gencarnya penanganan virus Covid-19 di berbagai daerah, kita tetap bersyukur, karena kebun ubi kayu kita memasuki usia panen. Sehingga tidak banyak lagi membutuhkan biaya, kecuali biaya panen saja. Dan pembeli langsung ambil di kebun, jadi kita tidak terlalu rebet.” pungkasnya. (Jerry)

Facebook Comments
BISNIS LINGKUNGAN SUMSEL