Palembang, Pali.co.id – BPJS Kesehatan Cabang Palembang terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kolektabilitas iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang biasa disebut sebagai peserta mandiri. Salah satunya upaya yang ada adalah dengan melibatkan masyarakat untuk menjadi Kader JKN. Demi memastikan tugas Kader JKN terlaksana dengan optimal, BPJS Kesehatan Cabang Palembang menggelar evaluasi kinerja Kader JKN (27/01).

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Palembang “Eka Natalina Setiani” mengungkapkan bahwa salah satu kegiatan yang dijadikan agenda rutin adalah melakukan monitoring dan evaluasi kinerja Kader JKN KIS.

Eka menyampaikan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan semangat kerja Kader JKN KIS dalam melakukan pengumpulan iuran sesuai target mereka. Selain itu sebagai media pemberian informasi disampaikan juga regulasi terbaru yaitu Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan sekaligus diskusi tentang masalah dilapangan serta solusi yang diharapkan.

Peran aktif dan semangat semua kader dalam menjalankan tugasnya sangatlah besar sehingga pengalaman mereka dilapangan memberikan gambaran bahwa kader JKN – KIS mempunyai loyalitas yang tingg dan diharapkan akan mengoptimalkan salah satu fungsinya yakni melakukan pengumpulan iuran bagi peserta JKN-KIS yang menunggak, kata Eka.
.
Umi Kalsum yang merupakan salah satu Kader terbaik BPJS Kesehatan Cabang Palembang menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat sekali, “saya lebih semangat lagi menjalankan tugas ini dan merasa sangat bangga menjadi bagian dari sebuah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan membatu masyarakat untuk menjadi peserta JKN KIS serta mempermudah pembayaran iuran mereka,’ujarnya.

“Saya pribadi merasa sangat bangga menjadi bagian dari BPJS Kesehatan untuk turut membantu masyarakat menjadi peserta JKN-KIS serta mempermudah pembayaran iuran mereka. Banyak kisah yang kami alami, mulai dari pengalaman menagih iuran sampai dengan masalah peserta menunggak yang enggan membayar. Namun selalu ada kepuasan tersendiri saat kita dapat mengajak masyarakat untuk membayar iuran yang tertunggak,” tutupnya. (Ril)