Pali.co.id | Oki  –  Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura  (TPH)  Kabupaten komring ilir  (Oki) melakukan panen sejumlah sayur mayur dari hasil pengembangan Obor Pangan Lestari (OPAL), di halaman kantor dinas setempat. Cara ini dilakukan sebagai pemanfaatan pekarangan dengan menanam berbagai jenis tanaman sayuran.

“OPAL ini merupakan salah satu program dari Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2019, di dalam pemanfaatan lahan pekarangan,” kata Dahler, di sela-sela melakukan panen sayur-mayur, Kamis (10/02/21)

“Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) kab OKI ,”Sahrul M,Si didampingi kepala bidang hortikultura, Susan Salasih, Sp menuturkan, OPAL ini dilakukan sejak dua bulan lalu. Langkah ini merupakan upaya Dinas TPH untuk memberikan contoh kepada masyarakat dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain dalam memanfaatkan pekarangan rumah dan kantor mereka, dengan komoditi yang ditanaman adalah tanaman hortikultura.

“Kita ingin memberi contoh sekaligus mengedukasi masyarakat kab OKI termasuk ASN di lingkungan Dinas TPH kab OKI” ujarnya.

Hasilnya menurut  Sahrul dapat dilihat dan dirasakan bersama, Hanya tempo dua bulan, sudah bisa memanennya.

Lanjut Sahrul”jika program ini diterapkan masyarakat kab OKI khususnya Kota kayuagung, maka ibu-ibu sudah sangat terbantu, dapat menghemat uang belanja dengan tidak membeli sayuran lagi.

Masih menurut sahrul, pekarangan tidak harus luas, apalagi di Kota kayuagung sangat sulit menemui rumah yang memiliki pekarangan. Namun, dengan memanfaatkan polibag, pot atau kemasan minyak goreng atau wadah-wadah yang sudah tidak dipakai lagi, seperti botol minuman mineral dapat digunakan sebagai media tumbuh,

“Misalnya untuk menanam sawi manis, tanaman yang sangat gampang ditanam. Dan, tidak sampai sebulan sudah bisa dipanen. Paling tidak untuk kebutuhan sayur sehari-hari sudah lepas,” jelas Sahrul

Dikatakan, banyak sayuran yang mudah ditanam dengan menggunakan media polibag selain sawi manis, seperti bayam, kangkung, bawang merah dan terong

Sementara itu, untuk mengendalikan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), terang sahrul, UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) selalu siap siaga mengamankan pertanaman, Tutupnya (@ja)