Pali.co.id | PALI – Pembangunan jembatan dan WC umum Desa Tanah Abang Utara Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diprotes warga. Sebab, bangunan yang menggunakan anggaran dana desa tahun 2021 tersebut diduga menggunakan bahan yang tidak sesuai sfesifikasi pada gambar pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan salah satu warga desa Tanah Abang Utara SL (40 tahun) yang meminta kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti temuannya.

“Orang yang bekerja itu tidak berdasarkan RAB, termasuk WC/MCK itu jamban umum milik desa tiga unit itu memakai cakar ayam, tidak memakai cakar ayam, itu sudah saya stop dua hari masih dilaksanakan,” kata SL melalui telpon selularnya, Senin (07/06/21).

Menurut dia, pemerintah desa Tanah Abang Utara terkesan arogansi kepada masyarakatnya yang memberikan saran dan masukan dalam pelaksanaan pembangunan dana desa.

“Pemerintah kami ini melawan, melawan merasa tidak takut tidak salah, jadi maksud saya bagaimana cara jalan terbaiknya, saya ini hanya sebagai masyarakat,” ujarnya.

Selain memprotes pekerjaan WC umum, dia menyebutkan pekerjaan jembatan titian menggunakan material tidak sesuai dengan gambar pekerjaan.

“Yang perlu kamu cek ini saya kasih tahu, jamban umum itu pelajari dulu, pakai cakar ayam tetapi tidak pakai cakar ayam, terus jalan titian itu jembatan kan, diatas itu pakai besi 12 mm ternyata pakai besi 10 mm, dibawah cakar ayam itu pakai cerucut ternyata tidak pakai cerucut karena orang yang bekerja itu terburu-buru. Nah jadi banyak kesalahannya, tetapi saya dianggap orang bodoh dan orang buyan dan dianggap segala macamlah, saya tidak terima oleh karena saya sebagai masyarakat, karena bangunan itu perintah Presiden untuk masyarakat, nah wajib untuk mengawasi, mengetahui sebagai masyarakat, saya ini masyarakat, saya ini dicaci, dihina, sampai-sampai mau ribut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dirinya pernah menyampaikan protes dihadapan pemerintah desa, tetapi apa yang disampaikannya tidak dihiraukan.

“Tujuh BPD lama, tujuh BPD baru, satu Sekdes yang menyaksikan bahwa dia (kepala desa) mengakui, namun salah saya tidak merekam, termaaf-maaf dan termohon-mohon, saya tidak ada toleransi, alangkah banyak biaya yang dibongkar itu untuk dibuat ulang, jadi BPD lama mengatakan kepada saya kami melambaikan tangan, kamu mau mengadu mengadu kemana, saya dianggap orang bodoh, jadi tidak ada pengetahuan,” tutupnya.

Mendapat informasi tersebut awak media mencoba menggali informasi untuk mengungkap fakta sebenarnya kepada pemerintah desa Tanah Abang Utara.

Saat dihubungi, Kamis (10/06/21), Ketua BPD desa Tanah Abang Utara Iwan mengatakan sedang berada di kantor Camat Tanah Abang, sedangkan ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa Tanah Utara sedang mengikuti ujian di desa Raja.

Sementara itu, Kepala Desa Tanah Abang Utara Korian, AG saat dibincangi awak media di kantornya, Kamis (10/06/21) membantah bahwa pihaknya bekerja tidak sesuai dengan gambar pekerjaan.

“Sesuai, sudah, pertama kan kata dia (SL) masalah tapak ini ni-ni, kata saya kumpulkan dulu, kumpulkan BPD karna kita baru, kumpulkan TPK, bagaimana kalau tidak sesuai kita jangan bekerja dulu, benari dulu, kalau masalah begini-begini, sudah benar masalah pembesian kemarin. Masalah pembesian ini saya jelaskan, besi yang digunakan 8 mm dan 10 mm, kalau kalian mengawasinya tidak sesuai dengan pembesiannya tidak usah dipasang dulu sebelum itu diganti,” kata Korian.

Korian membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang memprotes dengan menyetop pekerjaan pembangunan di desanya.

“Sudah saya kumpulkan BPD, benar tidak pekerjaan kita kata saya ke BPD, sudah benar kata BPD waktu distop sehari, setengah hari sebenarnya pada jam-jam segini,” tutupnya.

Laporan : Efran