Kasus Pidana Prita Tersandung Melanggar Aturan Hukum UU ITE

Kasus Pidana Prita Tersandung Melanggar Aturan Hukum UU ITE

 151 total views,  2 views today

Terdakwa kasus pencemaran nama baik RS Omni, Prita Mulyasari, mengucapkan terima kasih atas simpati warga yang menemuinya di Kawasan Sabang, Jakarta Pusat, saat ia menunggu mobil yang akan menghantarkannya menuju salah satu stasiun televisi swasta, Senin (11/7/2011). Walaupun hanya bisa pasrah, paska Mahkamah Agung memenangkan gugatan pidana jaksa penuntut umum, Prita masih berharap tidak ada penahanan terhadap dirinya. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”Klik Disini Dengar Berita”]

Masih ingat dengan Ibu 2 anak asal Tanggerang yang bernama Prita Mulyasari ini Guys?

Dia menuliskan surat elektronik tentang ketidak puasannya saat menjalani pelayanan kesehatan di RS Omni Internasional. Tulisannya tersebar luas di internet.  Atas kejadian viral itu, pihak rumah sakit merasa dicemarkan nama baiknya hingga melaporkan ke pihak kepolisian.

Pihak RS melayangkan 2 gugatan terhadap Ibu Prita, pidana dan perdata pada September 2008.

Ibu Prita pun sempat dijatuhi vonis hukuman 6 bulan penjara juga denda lebih dari Rp 204 juta oleh Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dan Pengadilan Tinggi Banten.

Ibu Prita ini divonis dengan melanggar Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 310 Ayat (2) KUHP, atau Pasal 311 Ayat (1) KUHP.

Setelah menempuh jalan panjang, hingga Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, akhirnya pada 17 September 2012 Prita dinyatakan TIDAK BERSALAH dan tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik yang dituduhkan.
Dengan putusan ini, vonis yang dijatuhkan kepadanya oleh PN Tangerang dan Pengadilan Tinggi Banten GUGUR. (Nadia)

 

Facebook Comments
MEDIA SOSIAL PERISTIWA UU ITE WARGANET MEDSOS