Pali.co.id | Palembang  РBeberapa waktu yang lalu Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Pemerintah akan melakukan rencana impor beras sebanyak 1 hingga 1,5 juta ton. Rencana impor beras Pemerintah ini ternyata banyak menuai reaksi keras dan penolakan dari berbagai unsur elemen tani di Indonesia terutama Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerbang Tani yang dengan tegas menolak rencana tersebut.

DPN Gerbang Tani menolak rencana tersebut dengan pertimbangan bahwa impor beras itu telah menyebabkan anjolknya harga jual gabah kering panen dikalangan petani. Selain itu juga impor beras ini dinilai tidak tepat waktu karena bersamaan dengan musim panen petani di bulan Maret- Mei di berbagai daerah Indonesia seperti petani di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung, Jabar, Jateng, Jatim dan juga Kalimantan.

Meskipun import beras ini masih dalam tahap rencana tetapi hal itu sudah mempengaruhi harga jual gabah kering panen petani dan ini dipermainkan harga oleh tengkulak sehingga merugikan petani.

Berdasarkan seruan dari DPN Gerbang Tani tersebut, maka DPW Gerbang Tani Provinsi Sumatera Selatan turut juga menyatakan penolakan impor beras yang akan dilakukan pemerintah.

Ketua DPW Gerbang Tani Sumsel, Anwar Sadat saat dihubungi melalui pesan Whatsapp mengatakan, bahwa Pemerintah saat ini harusnya berkonsentrasi penuh kepada kaum agraris petani.

“Diharapkan kepada Pemerintah, dengan segera mendorong program percepatan yang terorientasi pada penguatan dan ketahanan pangan bagi para petani termasuk perlindungan lahan pertanian dan pemajuan bagi kehidupan para petani kecil atas ancaman kaum pemodal, serta mengingat program untuk perlindungan petani pada era Pemerintahan Jokowi yang dinilai kurang optimal dan serius berpihak kepada petani,” ujar Anwar Sadat.

Anwar Sadat menambahkan, bahwa untuk saat ini yang paling tepat itu adalah meningkatkan alokasi anggaran sektor pertanian untuk menjaga stok ketersediaan beras dan pangan lainnya.

“Kami dari DPW Gerbang Tani Provinsi Sumatera Selatan dengan tegas menolak rencana Pemerintah untuk import beras, dan sebaliknya kita berharap supaya Pemerintah dengan segera ambil kebijakan untuk menaikkan harga beras petani sehingga bisa sejahtera,” tegas Anwar Sadat. (Andre)