BerandaSUMSELLubuk LinggauLanggar Aturan PPKM Darurat, Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021 Dibubarkan

Langgar Aturan PPKM Darurat, Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021 Dibubarkan

Pali.co.id | Lubuk Linggau – Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021 Kota Lubuklinggau yang diselenggarakan oleh NFL NAFIGO bertempat di Deal Futsal, Kelurahan Kaliserayu Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan dibubarkan. Hal ini karena adanya aturan soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akibat meningkatnya kasus Covid-19.

Untuk Kota Lubuk Linggau sudah terbit surat edaran dari Walikota lubuk Linggau tentang Perpanjangan PPKM di Kota Lubuk Linggau 26 Juli hingga 8 Agustus 2021.

Sementara itu didalam surat edaran Walikota Lubuk Linggau Nomor 360/203/se/dpkpb/2021 tentang PPKM mikro khususnya di point 8 disebutkan kegiatan pada area publik seperti fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya dan pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial masyarakat ditutup untuk sementara waktu dan dipertegas dalam poin 11, pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring ditutup untuk sementara sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Kota Lubuk Linggau.

Dengan tetap diselenggarakannya Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021 dimasa PPKM jelas panitia penyelenggara mengangkangi surat edaran Walikota Lubuk Linggau tersebut.

Berdasarkan pantauan awak media dilapangan terlihat ratusan motor terparkir dan ratusan remaja dan banyak yang tidak menggunakan masker diduga peserta Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021 berkumpul di lapangan Deal Futsal.

Ketika ditemui dilapangan, Andika selaku panitia penyelenggara membenarkan adanya kegiatan sparing persahabatan yang di ikuti oleh 12 Tim, dan Andika mengakui untuk kegiatan tersebut belum mendapatkan izin dari satgas penanggulangan Covid-19 Kota Lubuk Linggau.

“Secara pribadi saya belum tau bahwa ada surat edaran Walikota tentang PPKM Darurat, kalau dari medsos yang saya ketahui PPKM itu pembatasan untuk orang sedekah, pembatasan jalan depan masjid agung, untuk pembatasan olahraga dan lain-lain saya tidak ketahui itu,” ujar Andika.

Ketika ditanyai mengenai izin kegiatan tersebut, Andika menjelaskan bahwa pihak penyelenggara sudah berbicara dengan Babinkamtibmas dari kepolisian secara lisan.

“Kemarin kita kesini, yang punya lapangan bilang jadi gimana? Makanya kita bilang sama pak Babin, ujar Babin silahkan tapi dibatasi dan jaga prokes. Segala pertanggung jawaban dikembalikan ke kita, untuk satgas Covid-19 saya tidak mengetahui,” terang Andika.

Walikota Lubuk Linggau H SN Prana Putra Sohe ketika dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp, sangat menyayangi perihal tersebut.

“Mereka itu orang-orang yang tidak punya keprihatinan, saat ini banyak dulur-dulur kita yang sedang terpapar di rumah sakit malah banyak juga yang harus di rumah saja, karena rumah sakit penuh. Selain penuhnya rumah sakit saat ini kita sedang kekurangan oksigen, coba kalau hal tersebut terjadi di keluarga mereka, miris rasanya. Yang meninggal dunia juga setiap hari ada, bukan saja yang sudah tua tapi yang masih usia muda juga banyak yang telah meninggal dunia,” kata Walikota Lubuk Linggau.

Wako juga menerangkan bahwasannya itu sudah ada aturannya berkaitan dengan sanksi saat PPKM, harapannya ditindaklanjuti saja secara hukum biar ada efek jera.

Setelah mengetahui hal tersebut, Kapolres Lubuk Linggau AKBP Nuryono langsung memerintahkan anggota kepolisian untuk segera membubarkan kegiatan tersebut.

Kapolres Lububuk Linggau AKBP Nuryono melalui Kapolsek Lubuk Linggau Utara AKP Sudarno, menyampaikan “Tadi sudah kami bubarkan kegiatan tersebut, dan panitia serta pemilik tempat sudah kami bawa Kepolsek untuk dimintai keterangan, berdasarkan penyidikan sudah kami jatuhkan sanksi terhadap pelanggar tersebut dengan melakukan penyitaan alat-alat olahraga, dan membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi lagi kejadian tersebut,” papar Kapolsek.

Setelah dilakukan pembubaran dan penyidikan oleh pihak kepolisian, Andika selaku panitia menyampaikan, untuk uang pendaftaran sebesar Rp 150.000 akan kami kembalikan kepada peserta, akan tetapi tidak keseluruhannya karna akan dipotong biaya sewa lapangan dan wasit.

“Saya minta maaf kepada Walikota Lubuk Linggau, pihak yang berwajib, serta satgas Covid-19 Kota Lubuk Linggau, dan saya berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut dikemudian hari, saya mengimbau kepada masyarakat Kota Lubuk Linggau agar tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah,” pungkas Andika.

Laporan: Vhio
Editor: Andre

Jangan Lewatkan