OJK Cabut Izin Perusahaan Leasing Yang Sewenang-Wenang

OJK Cabut Izin Perusahaan Leasing Yang Sewenang-Wenang

 307 total views,  2 views today

PALI TERKINI – JAKARTA, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui, perusahaan pembiayaan kendaraan (leasing) memang berhak menggunakan jasa agen penarik piutang alias Debt Collector untuk melakukan penarikan kendaraan jika telah terjadi penunggakan.

Namun Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank 2 OJK Dumoly Pardede menegaskan, proses untuk penarikan kendaraan harus berdasarkan etika, sehingga tidak bisa dengan sewenang-wenang melakukan penarikan dengan memakai unsur kekerasan.

Secara tegas dia menjelaskan, jika ada pengaduan dari masyarakat atas terjadinya kekerasan dalam penarikan kendaraan, maka OJK akan segera memberikan surat peringatan hingga pencabutan izin usaha.

“Langsung disikat kalau ada yang seperti itu. Bisa kami cabut izinnya. Kita akan tertibkan yang mau mengadukan. Kita tegas soal itu yang tidak manusiawi,” terangnya.

Untuk melakukan penarikan, pihak leasing juga harus memperlihatkan perjanjian fidusia. Sebab perjanjian itulah yang memberikan hak kepada pihak leasing untuk melakukan penarikan jika debitur menunggak pembayaran.

Selain itu Dumoly juga menegaskan, bahwa pihak leasing hanya boleh menggunakan jasa debt collector yang disahkan oleh asosiasi. Meskipun belum ada perizinan atas perusahaan debt collector.

“Kami lebih senang menyebutnya agen penarik piutang. Boleh menggunakan jasa itu tapi harus yang sah. Disahkan oleh asosiasi,” tegasnya. (Nadia)

Facebook Comments
BREAKING NEWS NASIONAL