Ming. Jul 5th, 2020

Patungan Wakaf Berjamaah Bebaskan Lahan Pesantren Kiai Marogan

3 min read
SHARE

12,842 kali dilihat, 61 kali dilihat hari ini

Pali.co.id – PALEMBANG, Pesantren Tahfidz Kiai Marogan adalah Lembaga Nirlaba yang bergerak di Bidang Pendidikan untuk Anak Yatim dan Dhuafa. Lembaga ini fokus terhadap pembibitan penghafal Alquran melalui program Rumah Tahfidz disertai dengan pendidikan formal dengan kurikulum Sekolah Alam mulai dari TK-SD-SMP-SMA.

Masagus Ahmad Fauzan, biasa disapa Ustadz Yayan sebagai Inisiator Penggalangan Dana Patungan pembebasan tanah untuk perluasan lahan Pesantren Kiai Marogan.
Lahan tanah terletak di seberang Pesantren Tahfidz Kiai Marogan aliran Sungai Betutu Kel. Talang Betutu, Kec. Sukarami Palembang, Prov. Sumatera Selatan.

Badan hukum yayasan di sahkan pada tahun 2004 di Palembang Sumatera Selatan dengan nomor Akta Pendirian Yayasan diterbitkan oleh
Notaris Nyonya Rumiati Laila, SH berdasarkan SK Menkumham RI Tertanggal 02 Maret 2004 No.C-28 HT.03 01 – Th.2004.

Pesantren Tahfidz Kiai Marogan telah terdaftar di Kementerian Agama Kota Palembang sejak tahun 2012.

Berawal dari masjid tua bersejarah yaitu masjid Jami’ Muara Ogan Kecamatan Kertapati Palembang wakaf dari Kiai Marogan.

Pada tahun 2010 Rumah Tahfidz Kiai Marogan di resmikan oleh KH. Yusuf Mansur. Ustad Yayan bersama istri sebelumnya telah mengabdi selama 3 tahun kepada KH. Yusuf Mansur di Pesantren Daarul Qur’an Tangerang sebelum hijrah ke kampung halaman.

Ustad Yayan merupakan Dzurriyat generasi ke-4 Kiai Marogan. Kiai Marogan yang bernama lengkap Syekh KH.Masagus Abdul Hamid bin Syekh KH.Masagus Mahmud Kanang merupakan sosok ulama Waliyullah, pelopor dakwah di Sumatera Selatan.

“Saya terpanggil untuk melanjutkan dakwah kakek buyut di tanah kelahiran. Atas petunjuk dari gurunda KH. Yusuf Mansur untuk membantu melayani masyarakat yang ingin mendirikan rumah tahfidz dimanapun. Sehingga Rumah Tahfidz Kiai Marogan ikut membidani lahirnya Rumah Tahfidz-rumah tahfidz di Sumatera Selatan”, kata Ustad Yayan.

Hingga pada tahun 2020 ini jumlah santri rumah tahfidz non mukim/pulang pergi kurang lebih 10.000 dan lebih dari 500 rumah Tahfidz se-Sumsel. Di Bawah jaringan Kiai Marogan sendiri terdapat santri mukim/mondok di asrama kurang lebih 100 yatim dhuafa yang menginap atau mondok dan sekolah alam secara gratis.

Asrama berbentuk rumahan yang menyebar di beberapa titik di kota Palembang. Di Google maps bisa di lacak dengan keyword : Tahfidz Kiai Marogan.

Pada tahun 2020 ini alhamdulillah telah terbangun pembangunan pesantren satu komplek pondok di atas tanah wakaf 1.5 hektar.
Telah berdiri Rumah Tahfidz, Sekolah Alam, dan rumah suluk.
Lahannya sangat asri dan kondusif untuk menghafal alquran karena dikelilingi oleh sungai Betutu sehingga berbentuk bagaikan pulau kecil. Namun alam yang mendukung ini sekaligus terdapat kendala belum terbangunnya jembatan permanen. Sampai saat ini mengandalkan jembatan terapung dari kayu yang hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Adapun mobil tidak dapat masuk ke dalam area pondok.

Dengan demikian kami berupaya ingin membebaskan lahan di seberang pondok (di darat) guna perluasan dan untuk area parkir dan akses jalan.

Tahap awal kami fokuskan pada pembebasan lahan seluas 1 hektar (10.000 meter) tanah yang berada persis di depan sungai betutu. Harga per meter Rp.150.000,- jadi dibutuhkan dana sekitar Rp. 1.5 milyar.

Hal ini dianggap perlu untuk memperluas lahan pesantren yang ingin menampung 1000 santri berasal dari kalangan yatim dan tidak mampu berikut dengan sarana sekolah formal setingkat SMP-SMA.

JIka ada pertanyaan mengenai penggalangan dana dapat bersilaturahim ke Pesantren atau bisa KUNJUNGI
Google maps: pesantren tahfidz kiai marogan.
website : www.pesantrenkiaimarogan.com
Fans Page : Kiai Marogan
Instagram : Kiai Marogan
Youtube Chanel : Kiai Marogan
Patungan wakaf via bank mandiri
11200 1080 6540
Bank BRI
005 90100 3150306
An.pesantren tahfidz kiai marogan
Konfirmasi
Whatsapp :
0813-8834–8164 (Ust. H. Masagus A.Fauzan Yayan, SQ)

(Laporan : Jerry)

Facebook Comments

SHARE