Pali.co.id | MUBA – Kegiatan pembangunan embung atau yang akrab di kenal dengan sebutan tempat penampungan suplai aliran air hujan yang juga seperti sungai maupun danau bernilai ratusan juta rupiah yang di kucurkan melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 di Desa Sialang Agung kecamatan Plakat Tinggi kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diduga tumpang tindih dan tidak transfaran.

Dalam pantauan awak media di lapangan, minggu (15/11/20), kegiatan tersebut di kerjakan di bawa bendungan yang sudah ada berjarak sekitar 5 meter dengan kegiatan embung yang baru dan terlihat jelas di tempat kegiatan tidak ada papan informasi kegiatan padahal sudah di atur dalam UU keterbukaan publik yang mengunakan keuangan negara rakyat harus tau. Pembangunan embung di Desa Sialang Agung ini berasal dari Anggaran Swakelola atau DAK dari Dinas Perkebunan (Disbun) kabupaten Muba dan di duga dikerjakan oleh pihak ketiga yang berkaitan dengan Pemerintah desa sebelumnya.

Sementara saat di konfirmasi, Kepala Desa Sialang Agung Kurniadi mengungkapkan  kami sama sekali tidak mengetahui adanya kegiatan pembangunan Embung di desa kami.

”Kami tidak tahu adanya kegiatan pembangunan embung ini,yang hanya kami ketahui kegunaan embung ini rencananya akan digunakan untuk penanganan karhutlah, akan tetapi tidak ada melibatkan ataupun koordinasi dengan pihak pemerintah desa, padahal kami selaku pemerintah desa harus tahu kalau ada kegiatan apapun dari luar yang berada di dalam desa kami,” jelasnya.

Sementara salah satu warga sebut saja AI saat di konfirmasi membenarkan adanya pembangunan embung itu bahwasanya masyarakat banyak mengeluh biasanya dari dusun 1 menuju dusun 2 biasanya ada jalan pintas sekarang tidak ada lagi dikarenakan tertutup.

“Karena pembuatan embung tersebut padahal lokasi lain banyak yang lebih strategis untuk pembuatan embung baru tersebut padahal jarak embung dengan bendungan tersebut jaraknya hanya berkisar 5 meter dan sangat di sayangkan kegiatan tersebut tidak ada papan informasi kegiatan,” cetusnya Al.

Sementara Kepala Dinas Perkebunan kabupaten Muba Akhmad Toyibir, SStp, MM melalui Rahmadi selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) saat di konfirmasi awak media, senin(16/11/20) di ruang kerjanya menyangkal pekerjaan pembangunan embung Desa Sialang Agung terjadi tumpang tindih.

“Pembangunan embung yang berada di Desa Sialang Agung kami dinas Perkebunan hanya menampung usulan dari kelompok tani dan Langsung kami teruskan ke pusat kegiatan tersebut sudah menjadi kesepakatan kelompok tani dan tidak ada tumpang tindih jika ada yang mengatakan kegiatan tersebut tumpang tindih temui saya,” jelas Rahmadi (Tim)