Ming. Jul 5th, 2020

Tidak Ada Pengatur Lalu Lintas Jalan Raya, Logging Truck PT. MHP Kembali Celakai Warga Desa Beruge Darat

4 min read
SHARE

3,582 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Pali.co.id | PALI – Kecelakaan kembali terjadi di Simpang 4 Desa Beruge Darat Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sabtu (21/03) pukul 16.00 WIB. Kali ini Logging Truck nomor polisi B 9260 TYU bermuatan kayu milik PT. Musi Hutan Persada (MHP) dari arah Simpang Raja Pendopo menuju PT. Tanjung Enim Lestari tertabrak dengan sepeda motor, Akibat kejadian ini,  Ade Andhika Saputra (17 th) warga Dusun II Desa Beruge Darat mengalami luka robek dibagian ditelinga, luka ringan ditangan dan kaki.

Menurut warga, Meri Ismanto yang sempat bertanya langsung kepada sopir truk mengatakan kejadian berawal dari iring – iringan truk saat melintas jalan raya Talang Bulang – Sekayu. Truk pertama aman saat menyeberangi jalan, namun saat truk kedua sudah berada ditengah – tengah jalan tiba – tiba sepeda motor dari arah Talang Bulang menabrak bagian tengah truk,” jelasnya saat dikonfirmasi via telpon selular (21/03/20).

“Saya sangat menyesalkan dengan kejadian ini, karena ini kejadian kecelakaan yang kedua kalinya oleh logging truck MHP. Sebelum kejadian kecelakaan pertama kami sudah ajukan kepada MHP agar di perempatan jalan ini untuk diberikan pengatur lalu lintas (Platman) dari perusahaan,namun permintaan kami diabaikan oleh MHP, sehingga terjadilah kecelakaan bulan Januari lalu truk menabrak sepeda motor warga saat mau kekebun. Seandainya pihak MHP sudah menempatkan Platman, dua kecelakaan ini belum tentu terjadi,” ujarnya.

Dia bersama warga yang lain sangat merasa marah kepada pihak MHP yang hanya berjanji – janji dari bulan kebulan untuk memberikan tenaga Platman. Bahkan Meri bersama rekan media pernah mengajukan permintaan Platman, pembersihan kayu berserakan dijalan dan penanggulangan banjir di kebun warga saat hujan kyang disampaikan langsung secara lisan kepada pak Obi, Abu dan Wito di Kantor MHP Simpang Niru dan

“Saat dirumah Kades saya tanyakan lagi kepada TNI selaku perwakilan perusahaan, jawabnya tunggu dalam bulan lagi, pengajuan sudah sampai kemeja pimpinan. Saya sempat kesal, apakah sampai harus ada korban tewas baru perusahaan akan mengabulkan,” jawabnya ketus.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Beruge Darat, Neddy Herwanto mengatakan saya sangat menyayangkan sekali atas kejadian ini. Pihak korban dan sopir sudah berdamai secara kekeluargaan. Korban sudah dibawah langsung ke RS Fadhilah Prabumulih untuk pengobatan. Kami dari pemerintah Desa dan warga sudah berulang mengajukan beberapa keluhan warga dampak dari operasional perusahaan,” saat dikonfirmasi melului telpon selular (21/03/20).

“Yang pertama kami meminta Platman,  tetapi sampai kejadian hari ini masih belum dipenuhi oleh MHP. Kedua penyiraman disepanjang jalan kebun warga, banyak warga mengeluh akibat debu tanaman sayuran warga menjadi kotor tidak bisa dimakan, dan getah karet tidak mengalir karena tersumbat debu karena penyiraman jalan tidak maksimal. Terakhir salah satu kebun warga menjadi banjir karena sistem drainase tidak mengalir sempurna. Saya tidak menghalangi bermaksud untuk menghalangi investasi dan operasional perusahaan. Tetapi operasional perusahaan jangan sampai merugikan warga disepanjang wilayah hukum Desa Beruge Darat,” jelasnya.

Camat Talang Ubi, Hardin saat dikonfirmasi ditelponnya (22/03/20) mengatakan sangat menyayangkan atas kejadian kecelakaan ini, apalagi sudah berulang kali. Harusnya kejadian pertama dijadikan sebagai pengalaman dan ada upaya dari pihak perusahaan untuk mencari solusi agar kejadian ini tidak terulang,” imbuhnya.

“Kami akan berkordinasi dengan Pemerintah Desa Beruge Darat dan semua wilayah hukum Kecamatan Talang Ubi yang digunakan jalur operasional kendaraan MHP. Kami akan memanggil pihak MHP dengan menyampaikan surat resmi. Kita akan duduk bersama mencari solusi menyelesaikan tuntutan warga yang selama ini belum dipenuhi oleh MHP,” tutupnya.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten PALI, Slamet Suhartopo dijalur telponnya (22/03/20) mengatakan kemarin saya sudah mendapat laporan atas kejadian kecelakaan ini. Saya langsung menelpon pihak MHP Pak Abu. Beliau mengatakan bahwa mengatakan sudah menempatkan Platman ditempat kejadian. Berbeda dengan informasi warga bahwa pihak MHP yang belum menempatkan Platman dilokasi kejadian. Apalagi dalam dua bulan terakhir sudah dua kali kejadian ditempat yang sama,” jawabnya.

Ditempat terpisah Kapolsek Talang Ubi, Kompol. Yuliansyah, SH mengatakan sangat menyesalkan atas kejadian ini tanpa ada laporan kepihak Polsek Talang Ubi. Seharusnya warga membuat laporan kepada kami, apalagi dijalur itu sudah tiga kali kejadian. Artinya penyelesaian damai kekeluargaan bukan solusi yang tepat untuk masalah ini. Seharusnya perusahaan sudah menjalankan SOP atau sistem keselamatan dalam setiap operasional perusahaan,” tegasnya dijalur telpon selular (22/03/20).

“Jika sudah kejadian berulang artinya ada kelalaian, ada unsur kesengajaan. Nanti akan kita tindak lanjuti jika ada laporan dari warga. Terkait kajadian ini bahwa dengan kejadian berulang pelaku bisa dijerat pasal 338, 340 dan 359 KUHP,” tegasnya.

Dilansir dari media online wideazone.com minggu (22/03/20) Wakil Ketua Komisi I DPRD PALI Khoirullah mengatakan seharusnya jalan yang dilalui kendaraan yang bermuatan berat dibuat jalan seperti jembatan penyebrangan.

“Harus dibuat jalurnya tersendiri sehingga jalur masyarakat yang melintas tidak terganggu. Perlu ada pihak pengatur lalu lintas guna mengatur perlintasan lalu lalang kendaraan masyarakat dan kendaraan perusahaan (PTMHP). Namun sayangnya itu diduga tak dilakukan pihak korporasi sehingga berakibat sangat fatal dan menyangkut nyawa banyak orang jika ini menjadi pembiaran dapat memakan korban lagi,” jelas Hoirillah dengan serius.

 

Lanjut Hoirillah, terkadang jalan aspal yang di lalui kendaraan muatan berat jika musim penghujan meyisakan lumpur sehingga jalan menjadi becek dan licin.

“Kecelakaan bukan kali ini saja pernah terjadi, sebelumnya,” ungkap Hairulloh saat beberapa waktu lalu saat  terjadi kecelakaan kali pertama.

“Pihak MHP seharusnya membuat jalan penyebrangan berupa jembatan layang sehingga kendaraan bermuatan berat tersebut menyebrang tidak melewati jalan perlintasan masyarakat sekitar namun melewati atas,” tutupnya.

Sebelumnya pada tahun 2018 kejadian kecelakaan antara Logging Truck MHP dengan pengendara sepeda motor terjadi di Simpang 4 TOPO jalan lintas Simpang Raja – Jeramba Besi. Akibat kejadian ini, Zainudin warga Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi mengalami pecah dibagian kepala dan patah tangan. Begitu juga dengan Nasution warga Desa Purun Kecamatan Penukal mengalami hal yang sama sampai menderita cacat permamen bagian tangan kanan.

Sampai berita ini diterbitkan  media mencoba menghubungi pihak Humas PT. MHP, Obi dan Abu melaui jalur telpon selular dan WA tetapi belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan.

TEKS    : Efran

FOTO   : Meri Ismanto

Facebook Comments

SHARE