Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Untuk SDMK di Sumsel Sekitar 53.000 Orang

0
6 views

Pali.co.id | Palembang – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nurainy Aptk M Kes mengatakan, distribusi vaksin covid-19 sudah dilakukan dengan benar sesuai petunjuk teknis dari pusat. Jadi setiap sasaran orang yang divaksin itu 2 kali penyuntikan.

“Kekebalan yang dimunculkan pada suntikan pertama mencapai 63 persen, nah ketika suntikan vaksin kedua disuntikan, maka kekebalan yang dimunculkan mencapai hingga 97 persen,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (20/1/21).

“Pada tahap pertama, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan untuk seluruh Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), yaitu untuk seluruh tenaga kesehatan dan penunjang lainnya yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk Provinsi Sumatera Selatan, jumlah tenaga kesehatan yang sudah terdaftar dalam SI SDMK mencapai sekitar 53.000 orang,” katanya.

“Dan untuk tahap awal, sesuai instruksi pusat dilakukan untuk ibukota provinsi dan kabupaten/kota sekitarnya, dimana saat ini sudah dilakukan untuk Kota Palembang dan Kabupaten OKI di Provinsi Sumatera Selatan. Untuk vaksin Covid-19 sendiri sudah dialokasikan sebanyak 59.840 vial dan seluruhnya sudah diterima dan didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan ke Kota Palembang dan Kabupaten OKI,” tambah Lesty.

Dia menjelaskan,  jumlah vaksin yang telah didistribusikan untuk kedua kabupaten/kota ini sebanyak 35.760 vial. Launching vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan, mulai dari tingkat pusat pada tanggal 13 Januari 2021 yang ditandai dengan penyuntikan vaksin pada Presiden RI dan dilanjutkan dengan penyuntikan perdana vaksin Covid-19 bagi Gubernur Sumatera Selatan dan diikuti oleh Forkopimda Sumatera Selatan pada tanggal 14 Januari 2021 yang dilaksanakan di Puskesmas Gandus Palembang.

“Untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan dan petugas yang berada di pelayanan publik (TNI/POLRI) diharapkan akan dapat diselesaikan pada bulan April 2021. Memang pada awal pelaksanaan banyak ditemukan kendala terutama terkait dengan system informasi (IT) yang digunakan dalam proses registrasi dan pendaftaran vaksinasi ini. Kendala ini berpengaruh terhadap jumlah tenaga kesehatan yang divaksinasi, dimana cakupannya masih belum terlalu tinggi. Diharapkan kendala ini segera teratasi sehingga proses vaksinasi bagi seluruh tenaga kesehatan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Kita juga masih mengusulkan ke Kementrian Kesehatan untuk penambahan kabupaten/kota yang dapat segera melakukan penyuntikan vaksin dengan pertimbangan bahwa vaksin yang sudah diterima pada saat ini cukup untuk pemberian vaksinasi Covid-19 di 4  kabupaten/kota (Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir dan OKI),” paparnya.

Kepada pihak-pihak yang masih meragukan vaksin, kata Lesty,  semoga dengan sudah keluarnya Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM dan fatwa halal dari MUI akan dapat memberikan jawaban dan keyakinan terhadap vaksin Covid-19.

“Percepatan memutus rantai covid-19 ini dengan vaksin. Tapi kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M). Jadi mengurangi penularan tetap menjaga 3M,” tandas Lesty.

Sementara itu, Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri menambahkan, hari ini Dinkes Provinsi Sumsel rapat bersama BPKP Sumsel. Mereka melakukan audit permulaan distribusi vaksin covid-19. “BPKP Provinsi Sumsel ingin memastikan apakah standar pelayanan vaksin covid-19 sudah sesuai standar atau belum. Karena sistem vaksinasi covid-19 ini menggunakan aplikasi, jadi kadang ada permasalahan, kadang eror. Itu kita sampaikan ke BPKP, agar permasalahan dilapangan disampaikan oleh BPKP ke penentu kebijakan di Pusat,” katanya.

Lebih lanjut, Yusri menjelakan, pada 19 Januari 2021 kemaren, sudah tiba 29.840 vial vaksin covid-19. Didistribusikan untuk Palembang untuk mencukupi kekurangan pada pendistribusian sebelumnya, dan  25.080 vial  ada di gudang penyimpanan vaksin Provinsi Sumsel.

“Untuk 25.080 vial vaksin covid-19 kami usulkan untuk tiga daerah Banyuasin, Ogan Ilir dan Prabumulih. Tapi kami masih menunggu petunjuk dari pusat, kabupaten kota mana saja yang akan dibuka pendistribusiannya,” bebernya.

“Karena yang dibuka pendistribusiannya, secara administrasi harus pelatihan. Bukan cara menyuntik, tapi karena vaksin covid-19 ini baru, tidak sama dengan obat lainnya, jadi harus disimpan di suhu tertentu sesuai karakternya. Pengelolaan vaksin ini mereka harus tau,” pungkasnya. (Ril)