Waktu Sudah “Injury Time”, Belasan Ribu MBR Mengharapkan Pengesahan Raperda

Waktu Sudah “Injury Time”, Belasan Ribu MBR Mengharapkan Pengesahan Raperda

 213 total views,  2 views today

PALI – Nasib program Hibah Air Bersih kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) yang disosialisasikan Maret 2019 lalu kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebagai penerima manfaat, tinggal menunggu pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Pemerintah sebagai salah satu persyaratan dalam pelaksanaannya.
Pjs. Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Pali Anugerah; Drs. Sigit Kristianto, M.Si saat dihubungi via ponsel kemarin malam (16/09) membenarkan kondisi tersebut dan berharap di masa-masa akhir jabatan DPRD PALI periode 2014-2019 dapat membahas dan mengesahkannya.
“Seluruh syarat, mulai dari surat peminatan pemerintah PALI sampai pendataan by name by address MBR dan syarat keteknisan sudah kami penuhi, tinggal satu syarat lagi yakni disahkannya raperda peryertaan modal pemerintah mengalokasikan dana pembangunan air minum dalam APBD, dan menyampaikan salinan DPA Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat, kita tunggu saja” terang Sigit.
Di tempat terpisah, kondisi lain seolah mengkonfirmasi bahwa calon Anggota DPRD PALI terpilih telah siap bertugas dengan ditandatanganinya keputusan Gubernur secara simbolik 16/09) tentang pengangkatan anggota DPRD PALI periode 2019-2024 yang sama sama menghitung hari pisah dan sambut dengan periode sekarang.
Artinya, tujuh raperda termasuk raperda penyertaan modal pemerintah untuk Prumdam Pali yang masuk dalam program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) 2019 jadi lunsuran (carry over) yang akan dibahas pada masa tugas anggota DPRD PALI 2019-2024.
Namun kondisi ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi manajemen Prumdam, karena batas waktu penyerahan perda penyertaan modal dan salinan DPA berakhir pada 30 September 2019.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang juga berasal dari PALI; Rizal Kenedi, SH, angkat bicara soal tersbut. Setelah tak lama mempelajari data-data yang dikirim wartawan via aplikasi whatsapp (WA), Rizal justru mengkritisi kinerja pemerintah PALI yang kurang dalam perencanaan dan penganggaran. (Red.)

Facebook Comments
PALI TERKINI